Perpustakaan JKFB

Oleh : Bowo Leksono

Ruangan itu sederhana saja. Berukuran 4 m x 3.5 m tanpa banyak fasilitas yang tersedia. Namun disitulah Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB) menempatkan kantor serta ruang perpustakaan filmnya. Terkait dengan ruang perpustakaan film dan buku, setelah sekian lama tertunda pembentukannya, tanpa alasan yang cukup meyakinkan, akhirnya kami bisa bilang; ya, perpustakaan itu telah tersedia dan siap saji.

Masih banyak ruang kosong antar buku, masih banyak yang masih bisa ditempatkan dalam rak film, tapi biarlah kami mengaso sesaat karena kami sadar masih banyak setumpuk pekerjaan menanti kedepan. Banyak hutang program yang tertunda, banyak janji yang terlupa.

Dari ruangan 4 m x 3.5 m itu kami punya banyak harapan. Setidaknya bagi diri kami sendiri; bahwa napas kami cukup panjang untuk terus berjalan dan semangat kami masih cukup untuk terus berusaha. Bagi kami hal yang sangat menyenangkan dengan berdirinya perpustakaan film dan buku sederhana ini adalah; dikunjungi dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh semua. Oleh kita.

Sungguh, tidak banyak yang bisa kami tawarkan selain sedikit koleksi film dan buku yang ada di ruangan tersebut. Mungkin secangkir kopi atau teh dengan cemilan bisa menghibur kala berdiskusi. Mungkin kita bisa berbincang tentang hal-hal sepele saja, biar urusan industri menjadi urusan bapak menteri. Entah menteri yang mana, kami tidak paham.

Singgahlah sejenak bila kawan sempat. Hiburlah kami sedikit, yakinkan kami bahwa ruangan ini hadir tanpa kesia-siaan. Bila ada sedikit rejeki dan kebaikan hati, mungkin ada yang tak sungkan untuk melengkapi koleksi film dan buku di ruangan tersebut. Tapi yang lebih penting, mari kita membaca buku dan menonton film.

Jaringan Kerja Film Banyumas
at Kedai Telapak Purwokerto
Jalan Raya Baturraden KM 1
No 188 Pabuaran Purwokerto
0281 5797627
kepadajkfb@gmail.com
http://jkfb.wordpress.com

FESTIVAL FILM DOKUMENTER 2009

Kompetisi FFD 2009 mengundang karya film dokumenter Indonesia dengan kategori: FEATURE LENGTH DOCUMENTARY(Kompetisi Film Panjang Dokumenter Indonesia), SHORT DOCUMENTARY(Kompetisi Film Pendek Dokumenter Indonesia), dan Kompetisi Film Dokumenter Pelajar. Terbuka untuk umum, tanpa biaya pendaftaran. Penerimaan karya akan dimulai bulan Juli sampai 20 Oktober 2009. Kompetisi FFD akan memilih masing-masing 10 film finalis untuk setiap kategori yang akan ditampilkan dalam puncak festival di bulan Desember. Para finalis juga berhak untuk ikut dalam program Master Class Film Dokumenter Indonesia atau program-program FFD yang lain. Pemenang akan mendapatkan piala, piagam, uang tunai, dan hadiah dari sponsor.

Silahkan download formulir pendaftaran di halaman Download. Untuk keterangan lebih lanjut bisa datang ke kantor kami di Jl Sajiono N* 15 Kotabaru Yogyakarta atau bisa juga lewat telpon +62 274 7102672

Paling lambat tanggal 20 Oktober 2009 (Cap Pos)

Festival Film Mahasiswa Indonesia

Melalui wujud nyata untuk mewujudkan kreativitas seni dikalangan mahasiswa Indonesia. Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Seni Indonesia melalui Institut Kesenian Jakarta (IKJ) akan menggelar sebuah Festival Film Mahasiswa Indonesia pada 5-10 Oktober 2009 mendatang yang bertema “Exploring Root of Identity” .

Berbagai Kegiatan yang diadakan diantanya adalah pemutaran film karya mahasiswa dari berbagai sekolah film internasional, putar film karya mahasiswa seni Indonesia, workshop animasi eksperimental dan sarasehan mahasiswa untuk mengembangkan jaringan kerja antarkampus yang memiliki interes tinggi dengan dunia perfilman. Sedangkan untuk kategorinya, yang diperebutkan adalah  kategori untuk Fiksi (live shooting/animation) dan Dokumenter.

Tujuan dari diadakannya festival ini selain mendukung mendukung Festival Kesenian Indonesia, juga sebagai wadah Menumbuhkembangkan perspektif mahasiswa seni Indonesia terhadap dialog antara identitas, film dan manusia, selain itu dengan festival ini ruang ekspresi, apresiasi dan edukasi film di kalangan perguruan tinggi seni di Indonesia dapat terus tumbuh dan berkembang dan diharapkan juga bisa menjadi embrio bagi Festival Film Mahasiswa Indonesia yang akan diselenggarakan reguler atau tahunan. Dengan diadakannya Festival Film ini diharapkan juga para calon-calon sarjana, seniman dan intelektual, mahasiswa seni mampu memberikan kontribusi terbaik melalui karya-karya film yang inspiratif bagi lingkungan.

Untuk Info lebih lengkap mengenai syarat dan kriteria, bisa menghubungi Alamat Sekretariat

Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta

Jl. Cikini Raya No. 73, Menteng, Jakarta Pusat 10330

Telp. 021-3161258, 3156176

Faks. 021-31923603

Kontak: tomytaslim@yahoo.comserta

Atau mengunduhnya untuk mendapatkan formulir langsung melalui website www.filmpelajar.com

Film Pendek Pelajar SMA Banyumas Raya di Putar di Semarang

oleh : Bowo Leksono (facebook)

Importal untuk kedua kalinya menggelar pemutaran film pendek pada Kamis 20 Agustus 2009, pukul 19.00, di HOBNOB Widya Mitra Semarang. Pemutaran kali ini menampilkan karya pelajar SMA dari Banyumas Raya antara lain Sandal jepit sutradara Bani Dwi K SMAN 1 Purbalingga, Nyarutang sutradara Asep Triyatno SMAN 1 Bobotsari, Sekitar Midnight sutradara Felik dan Pito SMAN 2 Purbalingga dan Bumi Masih Berputar sutradara Shella Ardilla SMAN 2 Purwokerto.

Keempat film tersebut bersanding dengan film pendek lain dari JIFFest seperti The Last Journey sutradara Endah WS, Traffic Jam sutradara Tam Notosusanto dan The Visit sutradara Erwin Indrawan, film pendek lain yang diputar sore harinya berasal dari Yogyakarta antara lain Kuda Laut sutradara Shalahudin Siregar dan BEN disutradarai oleh Gentur galih.

Damar Ardi programer dari Importal mengatakan bahwa pemutaran yang diadakan secara rutin setiap Kamis ini merupakan wadah apresiasi, referensi dan pendidikan bagi pecinta film, sedangkan secara khusus pemutaran film pendek yang bertajuk “Made in Indonesia” ini bertujuan memasyarakatkan film pendek serta menambah referensi dan inspirasi bagi pegiat film, secara kualitatif dan kuantitatif kondisi film pendek di Indonesia sedang mengalami penurunan.

“Dengan adanya pemutaran ini diharapkan tumbuh semangat kreatifitas untuk menggairahkan film pendek di Indonesia, apalagi saat ini film pendek sudah tidak dianggap sebelah mata karena perkembangannya sangat baik disamping itu munculnya banyak komunitas film serta keseriusan untuk belajar didalamnya telah memperkaya produksi film pendek di Indonesia,” imbuhnya.

Damar menambahkan adanya film pendek pelajar SMA yang ikut meramaikan pemutaran kali ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan cermin bagi pegiat film, betapa para pelajar yang berasal dari kota kecil di Jawa Tengah ini bisa menghasilkan karya yang tidak kalah kualitasnya dengan karya mahasiswa dan rapi dalam penggarapan serta mampu bertutur dengan baik sehingga menjadi daya dorong agar semakin membangkitkan tumbuhnya semangat kreatifitas dalam membuat film bagi pegiat film khususnya di kota Semarang.

Menjadi Daya Tarik
Pemutaran film pendek karya pelajar SMA dari Purbalingga dan Purwokerto ini mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari penonton, beberapa mahasiswa asing yang kuliah di jurusan komunisasi Undip menuturkan kekagumannya pada para pelajar yang pada usia muda telah bisa berprestasi dengan membuat film dan menuangkan ide melalui film.
Penonton lain Dian Hariani yang mengaku baru pertama kali menonton film pendek, terkesan dengan penggunaan bahasa lokal dalam karya pelajar SMA ini. “Film tersebut memiliki daya pikat kuat karena bahasa lokal yang digunakan dan topiknya juga hal yang sederhana serta peristiwa yang sering terjadi sehari-hari seperti tergambar dalam film Sandal Jepit dan Nyarutang,” tambahnya.

Selama pemutaran penonton dibuat tegang dalam Sekitar Midnight, namun juga tertawa lepas setelahnya. Sedangka pada film Bumi Masih Berputar, penonton dibuat tertawa melihat ketegaran tokoh utamanya dalam menghadapi patah hati dengan kembali belajar lagi, akhir cerita film yang sangat jarang terjadi.

Keempat film pendek pelajar SMA ini mampu berkomunikasi dengan penontonnya, menariknya penggunaan bahasa ngapak dalam film telah membuat penonton tersihir untuk tidak beranjak, bahkan penonton pun meniru pengucapan para tokoh dan berkomentar langsung dengan ekspresif sepanjang pemutaran. Setidaknya film pendek pelajar SMA Banyumas Raya telah berhasil merangkul penggemar baru. Rulia

Lima Film Pelajar Banyumas Lolos Seleksi Kompetisi Tawuran!

by : BOWO LEKSONO – CLC (Cinema Lovers Community)

Festival Film Pendek Pelajar 2009 BANYUMAS- Lima film pendek karya pelajar SMA di Eks Karesidenan Banyumas lolos seleksi Kompetisi Tawuran! Festival Film Pendek Pelajar 2009 yang diselenggarakan Yayasan Konfiden di Jakarta. Kelima film yang lolos seleksi itu berjudul Nyarutang produksi SMAN 1 Bobotsari, Bumi Masih Berputar dan Gatot Soebroto 69 yang keduanya diproduksi SMAN 2 Purwokerto, Sandal Jepit produksi SMAN 1 Purbalingga, dan Sekitar Midnight produksi SMAN 2 Purbalingga.

Rencananya film tersebut akan diputar bersama delapan karya lain yang lolos dalam seleksi dewan program tersebut. Pemutarannya akan dimulai 28-30 Agustus 2009, bertempat di Ruang Audio Visual Galeri Nasional Indonesia dan Kineforum, Taman Ismail Marzuki Jakarta. Manajer festival, Lintang Gitomartoyo mengatakan kompetisi ini bertujuan untuk mengembangkan film di kalangan pelajar. Alasannya, banyak pengajaran yang dilakukan sekolah saat ini yang menggunakan teknologi audio-video. “Dari kenyataan itu kami ingin membentuk dan menajamkan kemampuan mereka dalam membuat film,” terangnya. Disamping itu, dia juga melihat penurunan kuantitas dan kualitas film Indonesia yang semakin hari mengalami kemunduran. “Dari kondisi itu kami berusaha untuk mencari bibit baru pembuat film dengan mengadakan festival ini.” Dalam perjalanannya, film tersebut berhasil mengungguli 30 film yang dikirim dari penjuru nusantara. Proses penyeleksian tersebut dilakukan oleh dewan program yang terdiri dari pegiat film pendek Indonesia.

Hasil penilaian dewan program tersebut nantinya akan dinilai dewan juri untuk memperebutkan enam penghargaan yang disediakan. Saat disinggung mengenai proses penjurian dalam festival kali ini, Lintang menjelaskan penilaiannya tidak hanya terkait dengan kualitas gambar dan suara saja, tapi juga kemampuan berkomunikasi antara pembuat film dengan penonton. Selain itu, aspek isi cerita dan kedekatan tema dengan pembuat film juga diperhitungkan. “Si pembuat dituntut untuk mampu menerjemahkan lingkungan di sekitar mereka ke dalam bentuk audio-visual,” imbuhnya. Sementara itu, Sutradara film Bumi Masih Berputar, Sheila Ardilla mengaku tidak pernah menduga karyanya dapat menembus 13 besar kompetisi itu. “Saya tidak menyangka kalau film itu bisa lolos,” kata siswi kelas XII SMAN 2 Purwokerto.

Uwin Chandra, Suara Merdeka, Sabtu 15 Agustus 2009.

http://konfiden.or.id/tawuran/ http://clc-purbalingga.blogspot.com

JOGJA-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2009

JOGJA-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) siap digelar lagi untuk keempat kalinya, 4-8 Agustus 2009. Festival ini kian mengukuhkan diri sebagai festival film Asia terpenting di kawasan Asia Tenggara yang setiap tahunnya dihadiri tak kurang dari 5.000 penonton dan menampilkan film-film terbaik di Asia.

“Sebagai festival film yang bersifat tematik, tahun ini JAFF mengangkat tema Homeland (tanah air) dengan fokus utama pada sinema Palestina,” kata Direktur JAFF, Budi Irawanto didampingi Ajish Dibyo (koordinator festival) dan Ditya Sarasiastuti (publikasi) saat bersilaturahmi ke Redaksi KR, Senin (6/7) yang diterima Pemred KR Drs Octo Lampito MPd.
Melalui tema Homeland, terang Budi, JAFF mengajak para pecinta film dan semua kalangan untuk memaknai kembali tentang tanah air. Sebab tanah air di satu sisi bisa menjadi ruang akulturasi dan persaudaraan antar bangsa, tapi di sisi lain juga dapat menjadi sumber konflik.
Festival ini akan mengompetisikan kurang lebih 50 buah film. Antara lain karya sutradara terkemuka dari Palestina, Michel Khleifi berjudul Canticle of the Stone (1990), Wedding in Galilee (1987), Tale of Three Jewels (1995) dan Route 181 (2003). Film dengan tema yang sama juga akan diputar karya sineas terkemuka Sri Lanka yaitu Dharmasena Pathiraja yang banyak mengangkat persoalan konflik di negerinya.
Tampil pula tiga film Indonesia berjudul Jermal karya Rafi Bharwani, Cin(t)a karya Samira dan Babi Buta yang Ingin Terbang karya Edwin. Seluruh rangkaian kegiatan JAFF akan digelar di dua tempat yaitu Taman Budaya Yogyakarta (TBY) dan Lembaga Indonesia Perancis (LIP).
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya JAFF akan disemarakkan pula dengan kegiatan lain seperti kompetisi film panjang dan pendek yang memperebutkan Golden Hanoman, Silver Hanoman, NETPAC Award dan Blencong Award. Workshop tentang kiat menggaet dana untuk produksi film (film founding kerja sama dengan LA Light Indie Movie. Indie Camp dan penghargaan pada insan yang berdedikasi pada perfilman Indonesia. Untuk informasi dapat menghubungi sekretariat panitia JAFF Jalan Jayengprawiran 18B Pakualaman Yogyakarta.

http://jaff-filmfest.com

Lomba Menulis Skenario Film Remaja

LOMBA MENULIS SKENARIO FILM REMAJA/PELAJAR

TINGKAT JAWA TENGAH

TAHUN 2009

I.   Pokok Pikiran

1)  Penulisan skenario film merupakan salah satu media pelestarian dan pengembangan budaya;

2)  Penulisan skenario film dapat dijadikan sebagai salah satu media dan ahana mengkomunikasikan ajaran budi pekerti;

3)  Penulisan skenario film dapat dijadikan sebagai ajang peningkatan kreativitas, sekaligus pengembangan bahasa dan sastra.

II.  Dasar Kegiatan

1)  Perda Provinsi Jawa Tengah Nomor: 6 Tahun 2008 tentang Organisasi Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Jawa Tengah;

2)  Program Kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009;

3)  DPA Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Nomor: 906/DPA-2008.

III. Bentuk Kegiatan

Lomba Menulis Skenario Film Remaja/Pelajar Tingkat Jawa Tengah Tahun 2009.

IV. Tujuan
1)  Meningkatkan kebanggaan dan kecintaan masyarakat terhadap budaya Indonesia;
2)  Meningkatkan dan menumbuhkembangkan kreativitas remaja/pelajar dan masyarakat terhadap seni film;
3)  Menyediakan ajang kompetisi dan apresiasi bagi remaja/pelajar terhadap seni film.

V.  Pelaksanaan

Lomba Menulis Skenario Film Remaja/Pelajar Tingkat Jawa Tengah Tahun 2009 dilaksanakan mulai tanggal 1 April 2009 sampai dengan tanggal 25 Juli 2009.

VI.  Peserta

Lomba Menulis Skenario Film Remaja/Pelajar Tingkat Jawa Tengah Tahun 2009 bersifat terbuka untuk umum, dapat diikuti oleh siapa pun yang bertempat tinggal di Jawa Tengah (dibuktikan dengan copy identitas, KTP/Kartu Pelajar/OSIS).

VII. Tema
Cerita untuk Lomba Menulis Skenario Film Remaja/Pelajar Tingkat Jawa Tengah Tahun 2009 bertema bebas, sejauh tidak mengarah pada persoalan SARA dan pornografi.

VIII.  Persyaratan Umum dan Administrasi
1)      Naskah harus asli karya sendiri, bukan karya terjemahan, saduran, atau gubahan.
2)      Naskah belum pernah dipublikasikan.
3)      Materi cerita berkisar pada permasalahan remaja/pelajar.
4)      Naskah di-copy rangkap 4 (empat), dikirim ke:

Panitia Lomba Menulis Skenario Film Remaja/Pelajar Tingkat Jawa Tengah Tahun 2009

d.a. Seksi Perfilman, Bidang NBSF

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Jawa Tengah

Jl. Pemuda 136 Telp. 024-3546001 Semarang, paling lambat tanggal 25 Juli 2009 (stempel pos).

IX.  Ketentuan Teknis
1)   Naskah karangan ditulis dalam bahasa Indonesia yang santun.
2)   Naskah karangan diketik menggunakan kertas HVS ukuran kwarto berjarak 2 (dua) spasi.
3)   Margin kiri 4 cm, kanan, atas, dan bawah masing-masing 3 cm.
4)   Keterangan dan identitas peserta ditulis pada kertas/halaman tersendiri.
5)   Peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 (satu) naskah/judul.
6)   Prediksi durasi antara 15 s.d. 20 menit.

X.   Kriteria Penilaian
Aspek yang dinilai:
1)      Aktualisasi gagasan/ide
2)      Orisinalitas karya/cerita
3)      Kesesuaian antara tema dan isi karangan
4)      Sinematografi (angel, effect, suasana, dsb.)
5)      Kesantunan penggunaan bahasa

XI.    Tim Penilai
Tim Penilai adalah praktisi film, akademisi, dan praktisi media.

XII.   Kejuaraan dan Penghargaan

Akan ditentukan kejuaraan dan penghargaan sebagai berikut:
1)     Juara I memperoleh penghargaan berupa piagam, tropi, dan uang pembinaan sebesar Rp4.000.000,00
2)     Juara II memperoleh penghargaan berupa piagam, tropi, dan uang pembinaan sebesar Rp3.500.000,00
3)     Juara III memperoleh penghargaan berupa piagam, tropi, dan uang pembinaan sebesar Rp3.000.000,00
4)     Sepuluh (10) naskah terpilih, masing-masing memperoleh penghargaan berupa piagam, tropi, dan uang pembinaan sebesar Rp2.000.000,00

5)     Naskah Juara dan Naskah Terpilih akan diterbitkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah.

XIII.  Lain-lain
1)      Pengumuman kejuaraan/pemenang akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2009 melalui surat kepada Bupati/Walikota, Instansi/Dinas terkait, dan media massa di Jawa Tengah.
2)      Masing-masing pemenang akan dipanggil secara resmi untuk menerima hadiah dan penghargaan pada bulan Agustus 2009.
3)      Hal-hal lain yang belum tercantum dalam Pedoman Pelaksanaan dan Ketentuan Teknis ini akan diatur/ditentukan kemudian sesuai dengan keperluan/kebutuhan.

sumber : Lomba Menulis Skenario Film Remaja

lomba film pendek dan fotografi (30 Juni 2009)

Direktorat Pendidikan Madrasah, Departemen Agama (Depag) menyelenggarakan lomba fotografi dan film pendek. Lomba bertujuan mengajak masyarakat peduli terhadap madrasah, mendapatkan foto-foto yang representatif dan beragam seputar dunia madrasah, di samping menumbuhkan kreativitas dan mendorong siswa memungsikan teknologi untuk tujuan yang positif dan bermanfaat.

Lomba fotografi terbuka untuk umum, bertemakan ‘Dinamika Madrasah’. Peserta boleh mengirim lebih dari satu foto, masing-masing diberi judul beserta keterangan singkat tentang obyek foto. Hasil cetak foto (hard copy) dikirim minimal tiga lembar untuk setiap foto ukuran 4-R, disertai file soft copy (hasil scan untuk foto yang berbasis non-digital).

Foto yang diikutkan dalam lomba merupakan karya sendiri, dikirim paling lambat 30 Juni 2009 (stempel pos) dengan menyertai nama pengirim, alamat jelas, nomor HP, telepon rumah atau kantor, dan e-mail. Semua foto yang dikirim menjadi milik penyelenggara. Sepuluh finalis akan diundang saat pengumuman dan penyerahan hadiah pada acara Ekspo Madrasah di Kota Malang, Jawa Timur, Juli 2009.

Kriteria foto yang dilombakan antara lain menginformasikan seputar kegiatan dunia pendidikan madrasah baik intra maupun ekstra, termasuk stakeholder madrasah secara umum; memenuhi syarat-syarat teknis forografi yang baik seperti sudut pengambilan; memiliki fokus cerita, informasi, sudut pengambilan, kesan, pesan dan misi yang mudah dipahami; dan faktual, jujur, memiliki momentum, sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya.

Panitia menyediakan hadiah berupa uang tunai masing-masing sebesar Rp 10 juta, Rp 7,5 juta, Rp 5 juta, dan Rp 3 juta kepada pemenang pertama, kedua, ketiga, dan pemenang harapan. Masing-masing pemenang juga mendapatkan plakat-sertifikat.

Berbeda dengan fotografi, lomba film pendek diperuntukkan bagi siswa siswi madrasah. Lomba ini bertemakan ‘Kepedulian, Kasih Sayang, dan Perjuangan’. Peserta lomba mengirim hasil karya dalam dua format: hard copy dalam bentuk mini DV atau DVD, dan soft copy dalam bentuk file MOV (Quicktime) atau .AVI. DVD harus dalam format NTSC. Durasi film 11 menit, dapat dibuat dengan selular (handphone) atau handycame. Jenis film bersifat bebas, dapat berupa dokumenter, fiksi atau non-fiksi, live-action, maupun animasi.

Peserta dapat mengirim lebih dari satu film. Setiap film diberi judul dan disertai sinopsis, maksimal 1.000 karakter dengan menyertakan nama pengirim, alamat jelas, nomor handphone, dan telepon rumah atau sekolah. Film yang dilombakan merupakan karya sendiri, dikirim paling lambat 30 Juni 2009 (stempel pos). Semua salinan (copy) film yang dikirim menjadi milik penyelenggara. Seperti halnya lomba fotografi, sepuluh finalis lomba film pendek akan diundang saat pengumuman dan penyerahan hadiah pada acara Ekspo Madrasah di Kota Malang, Jawa Timur, Juli 2009.

Kriteria lomba mengangkat isu seputar dunia pendidikan madrasah seperti pendidik, tenaga kepandidikan, siswa, orang tua, atau masyarakat sekitar. Tema dan alur film menggugah dan inspiratif, memiliki fokus cerita, informasi, kesan, pesan dan misi yang mudah dipahami, serta tidak melanggar nilai-nilai agama dan budaya bangsa.

Hadiah uang tunai sebesar Rp 10 juta, Rp 7,5 juta, Rp 5 juta, dan Rp 3 juta disediakan kepada pemenang pertama, kedua, ketiga, dan pemenang harapan. Masing-masing pemenang juga mendapatkan plakat-sertifikat.
Foto dan film pendek yang diikutkan dalam lomba dikirim ke panitia Lomba Fotografi dan Film Pendek Subdit Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat Pendidikan Madrasah, Depag, Jl. Lapangan Banteng Barat No. 3-4, Jakarta.

Goelali Children Film Festival, 14-20 Juni 2009

Perkembangan dunia perfilman anak Indonesia sekarang ini cukup memprihatinkan, dimana kita melihat anak-anak tidak mendapatkan film2 yang bermutu tapi justru terjebak dengan tayangan2 sinetron yang tidak mendidik. Goelali Foundation mempunyai misi untuk memberikan tayangan Film yang bermutu untuk anak-anak dan juga berbagai aktifitas yang bisa menambah wawasan dan kreatifitas mereka di dalam dunia perfilman.



Goelali Foundation mempersembahkan “Goelali Children Film Festival” yang memutar beragam Film Anak dari mancanegara.

Berbagai workshop juga kami sediakan untuk anak-anak (lihat Lampiran):

· Animation Workshop – SD & SMP

· Manga Drawing – SD & SMP

· Komik Drawing – SMP & Above

· Scriptwriting – SMP & Above

Dan juga berbagai forum menarik dengan pembicara berkualitas seperti Garin Nugroho, Ari Sihasale, Nia Zulkarnaen, Arleen Amijaya, Chicha Koeswoyo dan masib banyak lagi.
Semua ini bisa Anda ikuti dengan GRATIS. Hanya cukup mendaftarkan diri.

Untuk keterangan lebih lanjut bisa melalui website dan email ke :

www.goelali.org Atau goelalifoundation@gmail.com

FORMULIR PENDAFTARAN EAGLE AWARDS 2009

AYO…BURUAN DAFTAR EAGLE

AWARDS 2009.

Silahkan Download Proposal

Pendaftaran Eagle Awards

klik disini untuk proposal pendaftaran